Melesat Jauh! Kuningan Jadi Raja Capaian Investasi di Jawa Barat
Kabupaten Kuningan mencatat pencapaian gemilang dalam sektor penanaman modal. Hingga Semester I Tahun 2026, realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp880 miliar atau sekitar 326 persen dari target tahunan sebesar Rp270 miliar. Angka tersebut menempatkan Kuningan sebagai kabupaten dengan capaian target investasi tertinggi di Provinsi Jawa Barat.
Prestasi tersebut diumumkan dalam Rapat Evaluasi dan Optimalisasi Realisasi Investasi Semester I Tahun 2026 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat di Bandung, Rabu (22/7/2026). Forum tersebut dihadiri seluruh kepala DPMPTSP kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Evaluasi dilakukan berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan pelaku usaha dan diverifikasi secara berjenjang oleh Kementerian Investasi/BKPM bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Kuningan, Drs. Dudi Pahrudin, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kabupaten Kuningan.
“Alhamdulillah, realisasi investasi Semester I mencapai Rp880 miliar. Kami berharap tren ini terus berlanjut karena investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penentuan peringkat didasarkan pada perbandingan antara realisasi investasi dengan target yang telah ditetapkan masing-masing daerah.
“Penilaiannya berdasarkan persentase pencapaian terhadap target. Seluruh data berasal dari LKPM yang diverifikasi secara berjenjang oleh BKPM dan DPMPTSP Provinsi,” jelasnya.
Selain Kuningan, Kabupaten Ciamis berada di posisi kedua dengan realisasi Rp160 miliar dari target Rp140 miliar. Sementara Kabupaten Indramayu menempati posisi ketiga setelah membukukan investasi Rp3,19 triliun dari target Rp3,55 triliun. Ketiganya masuk dalam kategori daerah dengan capaian investasi tinggi pada Semester I Tahun 2026.
Dudi optimistis nilai investasi di Kabupaten Kuningan masih akan bertambah hingga akhir tahun. Menurutnya, salah satu faktor yang akan memperkuat daya tarik investasi adalah rampungnya revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Mudah-mudahan setelah revisi RTRW selesai, semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di Kabupaten Kuningan sehingga realisasi investasi terus meningkat,” katanya.
Meski realisasi investasi sudah melampaui target tahunan, Pemerintah Kabupaten Kuningan belum berencana melakukan revisi target investasi tahun ini. Penyesuaian target kemungkinan akan dilakukan pada penyusunan target tahun berikutnya.
Keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Kabupaten Kuningan. Pemerintah daerah terus berupaya menciptakan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, dan transparan, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para investor.
Dengan capaian yang telah melampaui target sejak Semester I, Kabupaten Kuningan diharapkan mampu mempertahankan momentum positif tersebut hingga akhir 2026. Peningkatan investasi diyakini tidak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber : kuningansatu
Melesat Jauh! Kuningan Jadi Raja Capaian Investasi di Jawa Barat - Kuningan Satu
Desi Rojaul Insan
Prestasi tersebut diumumkan dalam Rapat Evaluasi dan Optimalisasi Realisasi Investasi Semester I Tahun 2026 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat di Bandung, Rabu (22/7/2026). Forum tersebut dihadiri seluruh kepala DPMPTSP kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Evaluasi dilakukan berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan pelaku usaha dan diverifikasi secara berjenjang oleh Kementerian Investasi/BKPM bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Kuningan, Drs. Dudi Pahrudin, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kabupaten Kuningan.
“Alhamdulillah, realisasi investasi Semester I mencapai Rp880 miliar. Kami berharap tren ini terus berlanjut karena investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penentuan peringkat didasarkan pada perbandingan antara realisasi investasi dengan target yang telah ditetapkan masing-masing daerah.
“Penilaiannya berdasarkan persentase pencapaian terhadap target. Seluruh data berasal dari LKPM yang diverifikasi secara berjenjang oleh BKPM dan DPMPTSP Provinsi,” jelasnya.
Selain Kuningan, Kabupaten Ciamis berada di posisi kedua dengan realisasi Rp160 miliar dari target Rp140 miliar. Sementara Kabupaten Indramayu menempati posisi ketiga setelah membukukan investasi Rp3,19 triliun dari target Rp3,55 triliun. Ketiganya masuk dalam kategori daerah dengan capaian investasi tinggi pada Semester I Tahun 2026.
Dudi optimistis nilai investasi di Kabupaten Kuningan masih akan bertambah hingga akhir tahun. Menurutnya, salah satu faktor yang akan memperkuat daya tarik investasi adalah rampungnya revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Mudah-mudahan setelah revisi RTRW selesai, semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di Kabupaten Kuningan sehingga realisasi investasi terus meningkat,” katanya.
Meski realisasi investasi sudah melampaui target tahunan, Pemerintah Kabupaten Kuningan belum berencana melakukan revisi target investasi tahun ini. Penyesuaian target kemungkinan akan dilakukan pada penyusunan target tahun berikutnya.
Keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Kabupaten Kuningan. Pemerintah daerah terus berupaya menciptakan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, dan transparan, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para investor.
Dengan capaian yang telah melampaui target sejak Semester I, Kabupaten Kuningan diharapkan mampu mempertahankan momentum positif tersebut hingga akhir 2026. Peningkatan investasi diyakini tidak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber : kuningansatu
Melesat Jauh! Kuningan Jadi Raja Capaian Investasi di Jawa Barat - Kuningan Satu